Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Mode Dial Pada Kamera Digital



Mode Dial Nikon Mode Dial Canon

Mode dial atau tombol kamera adalah tombol yang digunakan pada kamera digital untuk mengubah mode kamera. Sebagian besar kamera digital, termasuk kamera serupa dSLR dan SLR, mode dukungan, dapat dipilih dengan tombol putar atau dari menu.(Wikipedia)

Mode dial pada kamera digital adalah arternatif pilihan model pencahayan yang bisa kita gunakan saat kita hendak memotret sebuah objek foto. Mode Dial ini tempatnya biasanya ada diatas body kamera berbentuk seperti roda dengan lingkaran kecil yang bisa diputar, ditandai dengan lambang huruf dan simbol atau logo.

Kita tinggal memutar dan memilih mode apa yang akan kita gunakan sesuai dengan kemauan dan kemampuan kita dalam mengoperasikan cara kerja kamera.

Mode Dial utama pada kamera digital ditandai dengan lambang huruf sesuai maknanya. Pada beberapa kamera digital ada yang berbeda lambang walaupun maksudnya sama, tergantung dari produsen atau brandnya, seperti contoh dibawah ini.

Auto ( Nikon ) atau A ( Canon ),

P ( Nikon dan Canon )

S ( Nikon ), TV ( Canon )

A ( Nikon ), Av ( Canon )

M ( Nikon dan Canon )

B ( Nikon dan Canon )

GUIDE ( Nikon ), SCN ( Canon )

Mode dial yang paling umum digunakan orang saat ini adalah Mode Auto sebagaimana umumnya orang menggunakan kamera yang ada di Smartphone.

Dengan Mode Auto ini siapapun bisa memotret tanpa harus hawatir kehilangan momen saat dibutuhkan. Kita tinggal mengarahkan pada objek foto kemudian kita jepret ( point and shoot ). Kamera akan otomatis mengatur exposure atau pencahayaan sehingga hasil foto bisa mendapatkan cahaya yang seimbang, tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap.

Namun demikian hasil foto dengan mode auto tidak akan memperoleh hasil yang maksimal, karena mode auto pada kamera digital hanya menghitung berdasarkan hasil kerja matematis dari prosessor sehingga menghasilkan exposure yang benar ( correct exposure ), bukan foto kreatif ( creative exposure ).

Untuk menghasilkan foto kreatif ( creative exposure ), harus ada campur tangan kita didalamnya. Kamera harus diatur atau disetting dulu sebelum memotret. Oleh karenanya seorang fotografer harus paham bagaimana cara kerja sebuah kamera, terutama dalam kaitannya dengan pengaturan exposure.

Nah...Pada kamera digital yang beredar saat ini, baik kamera digital SLR atau yang lebih dikenal dengan kamera DSLR maupun kamera Mirrorless ada banyak pilihan mode dalam memotret.

Apa saja pilihan mode itu dan apa makna dari lambang huruf diatas serta kapan kita harus menggunakannya, mari kita ikuti paparannya secara lengkap dibawah ini.

Mode Auto.

Diatas telah disinggung bahwa mode auto adalah mode yang paling banyak digunakan, karena seseorang tidak harus berpikir macam-macam tentang konsep pencahayaan, yang penting sekali jepretan foto langsung jadi. Mode auto umumnya digunakan pada kamera digital yang ada di gadget seperti Smartphone, Tablet dan Notebook.

Pada kamera DSLR/Mirrorless pilihan mode full auto ini ada juga. Biasanya ditandai dengan tulisan A atau Auto berwarna hijau. Jika kita memilih mode full Auto berarti kita memilih mode yang aman.

Bilamana kita memotret dalam situasi pencahayaan yang minim, maka lampu flash akan menyala secara otomatis. Sebaliknya jika cahaya atau penerangan dipandang cukup, maka lampu flash tidak akan menyala.

Mode ini biasa digunakan oleh para jurnalis untuk mengabadikan momen-momen penting terhadap sebuah peristiwa yang membutuhkan kecepatan, tanpa harus berpikir lagi terhadap aturan exposure.( correct expusure )

Mode ini umum juga digunakan bagi pemula. Siapapun bisa menggunakan mode ini, sekalipun dia tidak mengerti apa-apa tentang dunia fotografi. Foto dipastikan jadi, tetapi dengan hasil apa adanya. Tetapi itu lebih baik daripada hasilnya berantakan, jika menggunakan mode manual, atau tidak dapat mengabadikan momen penting yang seharusnya didapatkan.

Mode Manual.

Mode Manual ini ditandai dengan huruf M. Mode ini adalah kebalikan dari mode full auto diatas. Semua pengaturan kamera dijalankan secara manual oleh fotografer.

Syarat untuk menjalankan mode manual ini minimal seseorang harus paham konsep pencahayaan atau exposure. Dalam dunia fotografi dikenal dengan istilah Segitiga Pencahayaan atau Exposure Trianggle yaitu ASA/ISO, Speed dan Diafragma.

ISO

ISO adalah pengaturan exposure pada kamera digital berkenaan sensitifitas sensor terhadap cahaya. ISO ini umum ditunjukkan dengan angka 100, 200, 400, 800, 1200, 1600, 3200, 6400 dan seterusnya.

Semakin tinggi pengaturan ISO, semakin peka sensor kamera dalam menangkap cahaya yang datang. Maknanya semakin tinggi ISO semakin terang hasil foto, tetapi resikonya akan nampak noise atau bintik-bintik pada foto.

Speed atau Kecepatan ( s )

Speed atau kecepatan adalah pengaturan exposure berkenaan dengan kecepatan membuka dan menutup jendela kamera sebelum cahaya ditangkap oleh lempengan sensor(film pada kamera manual).

Speed ini ditunjukkan dengan angka B, 15, 30, 60, 125, 250, 500, 1000, 2000, 4000, 8000 dan seterusnya. Semakin tinggi pengaturan Speed, semakin cepat gerakan buka tutup jendela Shutter Speed, sehingga semakin sedikit cahaya yang dapat ditangkap oleh sensor kamera.

Diafragma atau Aperture ( f )

Diafragma atau aperture adalah bukaan lensa. Bukaan lensa ini ditunjukkan dengan angka 1, 1.4, 1.8, 2, 2.8, 3.5, 4, 5.6, 8, 11, 16, 22, 32. Semakin tinggi angkanya semakin kecil bukaan lensa, sehingga cahaya yang masuk semakin sedikit. Fungsi aperture yang lain adalah mengatur deep field atau ketajaman foto.

Baca juga: Mengenal Exposure Trianggle Pada Fotografi.Dasar

Mode P

Mode P ini disebut juga dengan mode Program. Mode P termasuk dalam mode semi Auto. Kita masih bisa mengendalikan kamera secara manual hanya pada pengaturan ISO.

Sebelum memotret kita atur dulu secara manual ISO berapa yang akan kita pakai. Misalnya kita setting ISO ke angka 100. Selebihnya kamera akan mengatur dua exposure yang lain secara otomatis.

Mode ini biasa dipakai dalam ruang terbuka dengan cahaya yang cukup. Mode ini biasa dipakai untuk memotret kegaiatan sehari-hari tanpa harus pusing memikirkan aturan exposure lainnya. Speed dan Aperture pada kamera akan bekerja secara otomatis untuk mendapatkan hasil foto yang normal. .

Pada mode ini kita masih bisa menggunakan lampu flash yang dihidupkan secara manual jika pencahayaan masih dirasa kurang.

Mode S atau Tv

Mode S atau Tv disebut juga dengan mode Speed Priority. Sesuai dengan namanya, kamera akan mengatur exposure dengan prioritas pengaturan pada kecepatan. Kita tentukan dulu nilai kecepatan berapa yang dibutuhkan untuk memotret sebuah objek, kecepatan akan konstan diangka itu, sisanya kamera yang mengatur secara otomatis.

Mode ini biasa digunakan saat kita akan memotret objek yang bergerak cepat. Misalnya orang berlari, naik sepeda atau sepeda motor dan lainnya. Agar tidak kehilangan momen penting, atur kamera pada mode ini.

Jika anda menginginkan foto dengan efek panning ( background terlihat kabur ) atur speed dalam posisi rendah, misalnya antara 1/10 - 1/30 detik. Sebaliknya jika menginginkan objek foto nampak freeze ( membeku ) atur speed ke angka yang tinggi, misalnya 1/1000 atau yang lebih tinggi.

Mode A

Mode A atau Av disebut juga dengan mode Aperture Priority. Pada mode ini kita bisa mengatur exprosure kamera dengan prioritas konstan pada Aperture atau bukaan diafragma. Kita tentukan dulu bukaan berapa yang kita kehendaki sesuai dengan hasil foto yang kita inginkan. Sisanya kamera yang akan mengatur secara otomatis sesuai dengan kondisi pencahayaan di lokasi pemotretan.

Mode ini biasa digunakan saat kita ingin memotret objek yang tidak bergerak pada kondisi pencahayaan yang agak extreem.

Misalnya kita ingin memotret wajah dimalam hari dengan kondisi cahaya lampu dengan background blur. Kita atur aperture pada bukaan yang paling lebar ( angka diafragma paling kecil ), exposure sisanya kamera yang mengatur secara otomatis.

Sebaliknya jika ingin memotret foto landscape dengan kedalaman ruang yang tajam atau deep field, kita bisa mengatur aperture ke angka yang tertinggi ( bukaan diafragma paling kecil ).

Mode Scenes

Mode ini pada kamera Nikon disebut Guide. Scenes berasal dari bahasa Inggeris yang artinya adegan, lokasi, pemandangan, suasana, iklim dll. Artinya pengaturan foto disesuaikan dengan kondisi dan situasi lokasi pemoteretan objek foto yang akan diambil.

Pada mode ini sebenarnya kamera bekerja secara full auto karena kita tidak melakukan pengaturan exposure apapun. Kamera akan bekerja secara otomatis sesuai dengan sikon objek foto ketika kita menggunakan salah satu mode ini.

Lantas apa bedanya dengan menggunakan mode Auto? Tentu berbeda. Hasil foto akan lebih maksimal karena exposure disesuaikan dengan situasi khusus. Fotografer akan bekerja lebih cepat, tanpa harus berfikir tentang exposure trianggle sehingga momen-momen tertentu yang membutuhkan kecepatan dapat diabadikan.

Situasi dan kondisi pada mode dial ini digambarkan dengan logo. Saat kita akan memotret atlet bulu tangkis yang sedang melompat melakukan smash misalnya, kita dapat mengatur kamera pada mode sport. Sehingga kita dapat mengabadikan momen itu dengan tepat, dengan speed yang sesuai seakan atlet itu terbang di udara dengan terlihat freeze.

Contoh lain misalnya, saat kita akan memotret pemandangan yang indah, maka mode dial langsung bisa kita arahkan ke logo yang bergambar pemandangan atau landscape. Kamera secara otomatis akan mengatur exposure sesuai prinsip-prinsip pemotretan pada foto landscape dengan bukaan aperture yang sempit agar hasil foto nampak terlihat tajam dan indah.

Mode ini pada banyak kamera bisa berbeda satu sama lain, sesuai dengan pabrikan atau brand kamera. Tetapi pada umumnya banyak kita jumpai mode scenes berikut ini.

Portrait.

Mode khusus untuk objek foto yang fokus pada foto wajah/model di siang hari

Night Portrait.

Mode dial untuk objek foto yang fokus pada foto wajah/model di malam hari.

Landscape.

Mode khusus untuk objek foto yang fokus untuk foto pemandangan alam di pegunungan, kebun dll.

Close-up.

Mode untuk mengambil foto untuk jarak yang sangat dekat, objek foto yang relatif kecil.

Sport.

Mode dial untuk acara-acara olah raga, baik indoor maupun outdoor.

Noflash.

Mode khusus untuk memotret dalam kondisi minim cahaya, tetapi kita tidak ingin menggunakan lampu flash/blitz

Sunset/Sunrise.

Mode dial pada situasi matahari terbit dan terbenam.

Firework.

Mode dial untuk memotret kembang api di malam hari.

Beach/snow.

Mode dial untuk situsi pemotretan di pantai atau salju.

Trulli

Mode B ( Bulb )

Trulli
Foto Star Trails

Mode dial B ini digunakan jika kita ingin mengatur speed atau kecepatan sesuka kita, misalnya 1 detik, 10 detik, 30 detik, 60 detik atau sampai tak terhingga. Pada mode dial yang lain, rana biasanya paling lama terbuka 30 detik, setelah itu rana menutup kembali.

Cara kerja kamera pada saat kita menggunakan mode ini, tombol rana atau tombol shutter pada kamera akan terus ditekan sesuai dengan kehendak kita. Rana atau tirai penutup sensor kamera digital akan terus terbuka, sehingga sensor terus menerima masukan cahaya. Baru setelah tombol rana dilepas, tirai akan menutup sensor.

Mode ini biasanya digunakan saat kita akan membuat foto yang membutuhkan speed yang lambat ( slow speed ) agar efek pergerakan objek foto terlihat nampak jelas, seperti foto kembang api, foto star trails ( foto pergerakan bintang), foto jejak cahaya lampu mobil di malam hari dan lainnya.

Mode ini jarang digunakan oleh fotografer karena relatif sulit dipraktekkan. Mode khusus ini sebenarnya paling pas dimasukkan dalam mode manual. Sebab pengaturan exposure yang lain yaitu aperture dan ISO harus di setting manual terlebih dahulu sebelum memotret.

Disamping itu pemakaian mode ini memerlukan beberapa perangkat pendukung lain agar hasil foto dapat diperoleh secara maksimal.

Beberapa alat pendukung itu diantaranya adalah:

* Tripod.

Tripod dibutuhkan agar foto tidak shake atau goyang saat menekan tombol rana.

* Shutter release

Alat tambahan untuk menekan tobol rana. Pada kamera manual, shutter release ini menggunakan kabel yang dapat dihubungkan pada tombol rana untuk menekan tombol.

Pada kamera digital shutter release ini bermacam macam. Ada shutter release yang menggunakan kabel, ada yang tanpa kabel dengan sistem remote. Bahkan ada yang lengkap dengan pengatur waktunya (shutter release timer = intervalometer ). Pastikan shutter release yang akan anda gunakan cocok dengan type dan brand kamera anda, sebab setiap kamera bisa jadi tidak support.

* Cadangan baterei.

Memotret dengan mode ini butuh waktu exposure yang panjang (long exposure), maka akan menguras baterei dengan cepat. Untuk itu dibutuhkan cadangan baterei lebih dari satu yang sudah full terisi, agar dapat melanjutkan memotret, karena biasanya pengambilan gambar dilakukan di ruang terbuka yang pastinya jauh dari rumah.

Melihat objek foto yang akan diambil memang agak sulit dan perlu persiapan tambahan alat saat akan memotret, maka mode dial ini biasanya dilakukan oleh para profesional dan orang-orang yang memang punya hoby fotografi. Bagi mereka yang newbie mungkin sulit dilakukan.

Jika semua konsep diatas sudah dipahami ( mode dial ) , disinilah seni fotografi itu akan muncul. Seorang fotografer akan dapat memotret dalam situasi apapun, dalam kondisi pencahayaan yang minim, cukup maupun terang.

Seorang fotografer dimungkinkan dapat membuat sebuah karya fotografi dengan berkreasi memanfaatkan pengetahuan exposure trianggle ( Creatif Exposure ) sehingga menghasilkan foto yang berkualitas dengan nilai estetika yang tinggi.

Itulah beberapa mode dial yang perlu kita ketahui jika kita ingin memotret dengan kamera digital saat ini. Pilihan pemakaian mode dial ini tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan atau keterampilan kita dalam memilih exposure yang sesuai.

Semoga bermanfaat, tak ada yang sempurna, untuk itu silahkan tinggalkan pesan dikolom komentar untuk kebaikan. Sampai jumpa pada postingan berikutnya.

Nur Hakim
Nur Hakim Fokus adalah salah satu kiat untuk sukses

Post a Comment for "Mengenal Mode Dial Pada Kamera Digital"