Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tahapan Menulis Inspiratif Untuk Pemula & Manula

Trulli

Seseorang bisa jadi memiliki segudang ide, gagasan dan rencana, tetapi jika tidak pernah memulai, sama seperti sebuah impian kosong tanpa makna. Memulai suatu pekerjaan dari sebuah ide dan gagasan inspiratif memang tidak mudah. Lakukanlah...mulailah dari yang kecil. Mulailah dari yang anda ketahui. Begitu pula dalam hal menulis.

Pada postingan kali ini saya masih tetap akan menyertakan cuplikan kata-kata hikmah dari beberapa penulis terkenal yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk tetap teguh memiliki kebulatan tekad untuk terus menulis. 

Sebenarnya tulisan ini adalah berangkat dari ide yang sama dengan tulisan saya sebelumnya yaitu Inspirasi Menulis Dari Seorang Tokoh, tetapi karena saya anggap terlalu panjang maka saya potong menjadi postingan terpisah dengan judul yang berbeda. Saya menyadari banyak pembaca yang merasa bosan jika tulisan memiliki durasi yang panjang.

Sengaja saya ambil judul " Tahapan Menulis Inspiratif Untuk Pemula dan Manula " dengan maksud untuk berbagi pengalaman untuk Pemula yang identik dengan penulis yang masih muda dan fresh, memiliki otak yang cemerlang dan semangat juang yang masih tinggi untuk berkarya dan berpotensi untuk menjadi penulis yang handal.

Sedangkan Manula adalah Manusia Usia Lanjut yang sudah memiliki banyak keterbatasan, yang mungkin baru punya inspirasi untuk memulai menulis...seperti saya ini...heee. Tetapi itu jangan dijadikan alasan untuk berhenti berkarya. Usia boleh tua, tetapi semangat tetap harus berjiwa muda...💪😁.

Jika diusia anda yang sudah manula belum juga menulis, maka menulislah dari sekarang, karena tidak ada kata terlambat untuk memulai. Jika anda nanti sudah tiada, tulisan anda akan tetap ada, dan akan menjadi kenangan untuk anak cucu anda.

"Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi".(Helvy Tiana Rosa - Sastrawan, Esais Indonesia)

"Menulis mengajarimu bahwa yang terucap bisa saja kamu lupakan. Namun, yang kamu tuliskan akan selalu ada"

Menulis adalah pekerjaan merangkai kata perkata, sehingga tercipta kalimat. Kalimat perkalimat dirangkai menjadi sebuah paragraf, begitu seterusnya sehingga tercipta sebuah karya tulis. Dalam hal mencipta diperlukan kesungguhan hati agar hasilnya maksimal sesuai yang diharapkan.

Maksud hati memeluk gunung, tetapi hasilnya karya tulis kita kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tidak perlu berkecil hati, seberapa kecil hasil nilai tulisan anda nanti, tetaplah itu hasil karya tulis anda yang harus anda hargai dan nikmati. Jika anda menulis di blog/website, anda akan tahu perkembangan hasil postingan anda dari waktu kewaktu dan itu merupakan kenangan tersendiri untuk anda.

"Menulislah dengan tulisan jelek, karena tulisan yang bagus hanya bonus dari kebiasaan".

Menulis tidaklah sama dengan makan mie instan, yang cukup anda tuangkan air panas kemudian anda makan dan nikmat rasanya, tetapi menulis membutuhkan latihan dan pembiasaan. Ibarat seorang pemain bulu tangkis, untuk mencapai puncak karir seperti Rudi Hartono dan Liem Swie King tak ada jalan lain kecuali dengan latihan, latihan dan latihan.

"Menulis adalah mencipta, dalam suatu penciptaan seseorang mengarahkan tidak hanya semua pengetahuan, daya, dan kemampuannya saja, tetapi ia sertakan seluruh jiwa dan napas hidupnya".(Stephen King, penulis kontemporer AS.)

Apa yang dibutuhkan saat anda mau menulis. Setidaknya ada beberapa tahapan yang perlu anda persiapkan dan lakukan untuk memulai menulis. Apa itu?

1. Menemukan dan atau menciptakan ide, gagasan atau inspirasi.

Ide adalah rancangan atau gagasan yang tersusun dalam pikiran kita. Inspirasi adalah ide kreatif yang muncul karena ada rangsangan dari luar yang mempengaruhi. Dalam bahasa umum kata inspirasi lebih dikenal dengan sebutan ilham, dimana setiap orang secara fitrah sejak lahir sudah dibekali ini oleh Sang Khaliq, Yang Maha Pencipta.

Tahap pertama ini sudah banyak disinggung pada tulisan sebelumnya pada Inspirasai Menulis dari Seorang Tokoh, bahwa untuk menjadi seorang penulis, tidak hanya menunggu datangnya ide, gagasan atau inspirasi, tetapi seorang penulis harus bisa menciptakan inspirasi itu sendiri dengan menulis, menulis dan menulis. Inspirasi atau gagasan itu datang dan tercipta bersamaan ketika anda sedang menulis.

"Penulis tidak pernah dilahirkan, tetapi dia diciptakan. Bakat menulis tidak selalu dibawa sejak lahir, tetapi tumbuh oleh satu motivasi dan gagasan".(Bambang Trimansyah). Dia adalah seorang penulis dan editor serta pernah memimpin diberbagai penerbitan Nasional Indonesia.

"Menulis merangsang pemikiran, jadi saat anda tidak bisa memikirkan sesuatu untuk di tulis, tetaplah mencoba untuk menulis"(Stephen King )

"Menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis adalah menulis…" (Gertrude Stein).

Gertrude Stein adalah seorang penulis Amerika yang lahir pada tanggal 3 Februari 1874. Dia adalah Pelopor Seni dan Sastra Modern yang menghabiskan sebagian hidupnya di Prancis dan meninggal disana tahun 1946.

2. Pengembangan ide, inspirasi atau gagasan.

Memiliki sebuah ide atau gagasan inspiratif saja tidak cukup untuk membuat sebuah karya tulis. Ide dan gagasan itu perlu dikembangkan. Pengembangan ide ini butuh data pendukung, sehingga anda harus mencari dan mendapatkan sumber-sumber yang dapat dipercaya untuk dimasukkan pada tulisan anda. Carilah dari berbagai sumber informasi, baik dengan Googling maupun dari karya-karya tulis yang ada.

Anda harus aktif mencari dan membaca. Jika tidak, maka tulisan anda biasanya akan macet dan terhenti. Aktifitas membaca dan menulis adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Ketika tulisan anda terhenti, maka segeralah mencari informasi yang terkait tulisan anda dengan membaca, kemudian lanjutkan menulis.

Semakin banyak informasi yang anda peroleh tentang sebuah ide, semakin lancar anda menulis. Semakin luas cakupan bahasan anda tentang sebuah ide, ditinjau dari berbagai sudut pandang, semakin bermutu tulisan anda.

"Penulis yang baik, karena ia menjadi pembaca yang baik" (Hernowo). Hernowo Hasim adalah seorang penulis buku nonfiksi dan menciptakan konsep baru membaca-menulis bernama "Mengikat Makna".

Jika tulisan anda murni berupa telaah literer seperti sejarah misalnya, maka catat hal-hal yang menurut anda penting untuk dapat dimasukkan kedalam tulisan anda.

Bilamana tulisan anda berupa campuran telaah leterasi dan fakta, maka keduanya harus anda dapatkan, paling tidak untuk fakta, bisa anda buktikan dengan dokumen berupa foto atau video.

3. Membuat Outline.

Outline adalah kerangka pemikiran yang tersusun dalam sebuah tulisan dengan menampilkan ide-ide pokok yang akan dibahas pada sebuah karya tulis.
 
Ketika anda sudah memulai menulis, pasti anda punya gambaran apa yang akan anda tulis. Tulis pokok-pokok bahasan apa yang akan anda tulis. Memulai menulis dengan membuat garis-garis besar tulisan atau outline ini biasanya adalah seorang penulis yang sudah  jadi, penulis yang sudah memiliki jam terbang yang tinggi andaikan seorang pilot. 

Jika belum bisa membuat outline dan kebutuhannya hanyalah ingin membuat postingan di blog dengan tulisan yang relatif pendek, mungkin outline ini diabaikan dulu. Masuklah pada tahapan berikutnya yaitu Menulis Bebas ( Free Writing ).

"Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia". (Seno Gumira Ajidarma ) Dr. Seno Gumira Ajidarma, S.Sn., M.Hum. adalah seorang Penulis dan Sastrawan  Indonesia. 

4. Membuat Draft atau Free Writing.

Membuat Draft atau Free Writing adalah tahapan yang paling krusial bagi seorang penulis, utamanya penulis pemula. Banyak ide dan fakta yang ada dalam benak pikirannya, tetapi tidak tahu dari mana harus memulai dan bagaimana harus menulis.

Kebanyakan penulis pemula terjebak dalam kerangka pemikiran bagaimana menyusun ide dan fakta itu kedalam sebuah tulisan sehingga menjadi rangkaian kata-kata dan kalimat yang tersusun rapi, terstruktur, enak dibaca dan indah.

Pada tahap ini kerangka berfikir kita seharusnya adalah bagaimana menuangkan sepenuhnya apa yang ada dalam kepala kita, ide, gagasan dan inspirasi itu menjadi sebuah tulisan atau karya tulis tanpa mempedulikan kreteria-kreteria penulisan yang baku.

Pada postingan saya sebelumnya yang berjudul Menulis Di Blog, Sebuah Diary (1), sudah banyak dibahas tentang menulis bebas ini, bahkan saya sempat menulis dengan kata jungkir balik sekalipun tidak masalah dalam menulis bebas, tetapi kemudian saya hilangkan kata-kata itu karena ada saran dari teman. Tetapi memang begitulah cararanya jika anda ingin lancar bisa menulis.

Tulis apa yang anda ketahui secara bebas tanpa beban. Abaikan dulu aturan-aturan penulisan, lupakan dulu kesalahan-kesalahan yang dibuat. Jangan pernah menghapus apa yang sudah anda tulis, biarkan saja, lanjutkan menulis dengan nyaman. 

Jika ada data dan fakta yang belum anda ketahui, tinggalkan saja dulu, lanjutkan menulis yang bisa anda tulis. Bilamana sudah macet, mulailah mencari data dan fakta itu dengan browsing di internet. Bacalah sebanyak mungkin terkait dengan tema tulisan anda dari berbagai sumber. 

Catatlah informasi yang anda temukan termasuk sumbernya dari mana. Semakin banyak data dan fakta anda kumpulkan, semakin baik untuk modal melanjutkan tulisan anda. Biasanya setelah data pendukung ini sudah anda peroleh, maka ide untuk melanjutkan tulisan akan muncul kembali. 

Jika ide dan gagsan itu sudah muncul kembali, maka kata-kata hikmah dari tokoh Benjamin Franklin "Don't put off till tomorror what you can do to day" berlaku kembali untuk anda. Jangan tunda hingga hari esok, apa yang dapat anda lakukan hari ini. Lanjutkan tulisan anda kembali, sebelum ide dan gagasan itu hilang bersama kesibukan anda.

"Menulislah dengan bebas dan secepat mungkin, dan tuangkan semuanya ke atas kertas. Jangan melakukan koreksi atau menulis ulang sebelum semuanya habis Anda tuliskan"(John Steinbeck). John Ernst Steinbeck adalah seorang penulis Amerika Serikat yang terkenal pada abad 20 dengan  memenangkan Penghargaan Nobel Sastra pada tahun 1962.

5. Editing.

Proses editing dalam tahapan menulis dilakukan diakhir, setelah tulisan rampung kita buat. Disinilah kelihaian seorang penulis diuji dalam merangkai dan memainkan sebuah kata dan kalimat. 

Kata-kata atau kalimat yang mungkin narasinya belum nyambung dengan maksud tulisan, perlu dibenahi. Penambahan dan pengurangan kata dan kalimat disana sini  perlu dilakukan. Kalimat atau paragraf yang tadinya sudah anda buat dan akan anda hapus, bisa jadi dalam tahap editing ini diperlukan untuk melengkapi tulisan anda.

"Tidak apa-apa menulis sampah...asal setelahnya Anda harus mengeditnya dengan cemerlang"(C. J. Cherryh). Carolyn Janice Cherry adalah penulis wanita asal Amerika Serikat. Dia adalah seorang novelis yang lebih dikenal dengan nama pena C. J. Cherryh.

Proses Self Editing atau Swasunting ini sangat penting dilakukan untuk meminimalisir kesalahan-kesalalahan yang kita buat pada tahap Draft atau Free Writing, terutama pada tulisan-tulisan yang relatif panjang.

Pemilihan judul mungkin juga perlu dipikirkan. Jika muncul ide untuk di edit atau di ganti dan memang serasa pas, maka segera lakukan, tentu dengan pertimbangan yang matang karena Judul mewakili isi seluruh tulisan. Pemakain kata yang tepat dan menarik akan memancing pembaca untuk mencari tahu dan terus membaca tulisan anda.

Seperti pada judul tulisan saya diatas, judul awal adalah Tip Menulis Untuk Pemula, tetapi kemudian saya ubah pada tahap editing dengan judul diatas dengan pertimbangan judul ini lebih engagement. 

Pada artikel saya sebelumnya yang berjudul Melon VS Ayam Bekisar, Melintas Batas Cakrawala, justru baru muncul ide saat-saat terahir mau dipublis ketika saya menemukan pada paragraf terahir sebagai penutup artikel pada kalimat " Campur tangan dari Pemerintah maupun swasta khususnya para ahli dari praktisi maupun akademisi sangat dibutuhkan agar budidaya melon ini berkembang terus melintas batas cakrawala Nusantara menjadi komoditas ekspor yang bisa dibanggakan." 

Dalam penentuan judul, sedikit bombastis diperlukan sebagai bagian menarik minat pembaca, tetapi ingat... tetap harus ada kesesuaian antara isi dan judul. Kalau tidak, tentu pembaca akan kecewa.

Setelah semua proses selesai, maka tiba saatnya anda untuk mempublikasikan tulisan anda. Jangan terburu-buru, tulisan anda mungkin perlu diendapkan beberapa jam, bahkan mungkin beberapa hari untuk dibaca dan diedit kembali. 

Bacalah setiap hari, setiap ada waktu, mungkin ada paragraf yang seharusnya ada dibawah mungkin lebih cocok ditempatkan berada diatas, ditengah, dibawah dan lain sebagainya. 

Teliti lagi kata perkata mungkin ada kekeliruan pengetikan. Karena ini adalah pekerjaan swasunting, pasti disasa sini akan ditemukan kesalahan-kesalahan kecil seperti itu, dan akan mengganggu pembaca dalam menikmati postingan anda. Ibarat sumur yang baru selesai digali, perlu diendapkan beberapa hari agar supaya bening dan layak diminum. 

6. Publishing.

Setelah semua tahapan dilalui, maka proses terahir adalah publishing atau mempublikasikan karya tulis anda. Proses publishing ini termasuk bagian penting dalam sebuah karya tulis agar tulisan anda bisa segera dibaca orang lain.

Jika anda memiliki beberapa akun media sosial seperti WA, Facebook, Twitter, Instagram dan lain sebagainya, mungkin perlu di share disana, barangkali tulisan anda bermanfaat untuk orang lain.

Tetapi itu adalah sebuah pilihan. Tanpa memiliki itu semua, dengan mempublikasikan di blog atau website, tulisan anda sudah menjadi kunsumsi publik di seluruh dunia. Jangan takut tulisan anda tidak dibaca dan dihargai orang lain. 

"Tidak perlu ragu untuk menulis apa pun yang kamu mau, sebab setiap tulisan memiliki penikmatnya sendiri-sendiri".

"Menulis adalah sebuah kebutuhan agar otak kita tidak dipenuhi oleh feses pemikiran. Maka, menulislah. Entah itu di buku tulis, daun lontar, prasasti, atau bahkan media sosial, menulislah terus tanpa peduli karyamu akan dihargai oleh siapa dan senilai berapa".(Fiersa Besari). Dia adalah seorang penulis sekaligus pemusik asal Bandung yang baru berusia 36 tahun. Diusianya yang relatif muda dia telah menghasilkan 6 karya tulis berupa novel.  

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Karena kau menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah". (Pramoedya Ananta Toer, Novelis dan Esais  Indonesia)

Semua apa yang pernah diungkapkan oleh inspirator diatas, tentu tidak lepas dari latar belakang kehidupan pribadinya sebagai penulis. Sekarang tinggal kita mau mengambil inspirasi darinya atau tidak, itu adalah pilihan anda.

Jika anda adalah seorang pemula dan manula dalam menulis, maka ungkapan dari seorang Ulama termashur ini mungkin bermanfaat: "Ikatlah ilmu dengan menulis. Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka menulislah".( Imam Al-Ghazali ).

Dari semua paparan diatas dapatlah disimpulkan bahwa untuk memulai menulis, tidak hanya dibutuhkan ide yang inspiratif saja. Data dan fakta diperlukan untuk mengembangkan tulisan anda sehingga saat menulis menjadi lancar dan dengan cepat dapat menyelesaikan tulisan dengan menulis bebas. Tumpahkan semua ide dan gagasan anda, baru kemudian edit dan publikasikan.

Demikianlah tulisan tentang Tahapan Menulis Inspiratif Untuk Pemula & Manula, kritik dan saran membangun  saya harapkan dari anda untuk kebaikan dengan menulis di kolom komentar. Dalam usianya yang baru seumur jagung dalam hal tulis menulis, tentu banyak kelemahan dan kekurangan dalam tulisan ini. 

Semoga bermanfaat dan sebagai penutup simaklah:"Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak".( Ali bin Abi Thalib, Sahabat sekaligus Menantu Nabi Muhammad SAW. ). اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Nur Hakim
Nur Hakim Fokus adalah salah satu kiat untuk sukses

2 comments for "Tahapan Menulis Inspiratif Untuk Pemula & Manula"

  1. Heee...sama-sama. Sudah menyimak dengan tuntas? Kalau dapat inspirasi, segera menulislah!

    ReplyDelete