Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MLM & Tip Ikut Bisnis MLM

Trulli


B erusaha atau berikhtiar adalah merupakan sebuah kewajiban dalam kehidupan manusia. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seseorang diwajibkan untuk berusaha. Sebagai orang beriman tentu harus dibarengi dengan doa. Soal hasil semuanya kita serahkan kepada Yang Maha Kuasa.

Banyak cara untuk berusaha dan memperoleh penghasilan, diantaranya adalah berdagang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ), dagang adalah sebuah pekerjaan menjual dan membeli untuk memperoleh keuntungan; jual-beli; niaga. Keuntungan inilah yang dinamakan penghasilan.

Pada awalnya berdagang adalah sebuah transaksi jual beli dengan cara barter barang dengan barang. Setelah ada alat pembayaran yang syah yang disebut dengan uang, maka ada uang ada barang. Tempat berdagang adalah di Pasar dengan mendirikan tempat berjualan yang dinamakan Toko.

Setelah manusia semakin modern, banyak cara dan tehnik atau strategi untuk berdagang. Tempat berdagang tidak lagi harus di Pasar. Lebih-lebih setelah tehnologi informasi semakin maju. Salah satunya adalah dengan cara bisnis berjualan langsung atau Direct Selling Bisnis. Di Indonesia Direct Selling Bisnis ini dikenal dengan MLM.

1. Apa itu MLM?

MLM merupakan akronim dari Multi Level Marketing. Multi artinya banyak, level artinya berjenjang atau bertingkat dan marketing artinya pemasaran. Jadi Multi Level Marketing adalah pemasaran yang banyak dan berjenjang atau bertingkat. Istilah lain Multi Level Marketing adalah Network Marketing, Multi Generation Marketing dan Uni Level Marketing.

MLM adalah strategi penjualan sebuah produk dengan cara memasarkan langsung kepada konsumen mengunakan sistem jaringan. Seorang penjual atau sales datang langsung berhadapan dengan konsumen untuk menawarkan sebuah produk.

Banyak pruduk hasil industri dijual tidak dengan cara dilepas ke pasar atau ke toko tetapi dipasarkan dengan cara dijual langsung kepada konsumen. Produk-produk yang menggunakan sistem ini biasanya banyak didominasi oleh produk healthy and beauty ( kesehatan dan Kecantikan ), disamping produk lain seperti produk pertanian, produk peralatan rumah tangga misalnya tupper ware dan lainnya.

Di Indosesia produk-produk diatas malah didominasi pruduk dari luar negeri seperti Amway dari AS, Herbalife dari AS, Oriflame dari Swiss, Tupper Ware dari Orlando AS, Nu Skin dari Utah AS, Usana dari Utah AS, Jeunesse Global dari Atlanta Georgia AS, Tiens dari Cina.

Cara kerja penjualan produk, disamping dia (sales) sendiri harus belanja dan memasarkan barang, dia punya kewajiban untuk merekrut anggota baru. Seorang penjual atau sales tidak hanya memperoleh keuntungan dari hasil penjualannya, tetapi seorang penjual bisa memperoleh keuntungan dari sales lain yang berhasil mereka rekrut. Jadi seorang sales sekaligus bertindak selaku distributor produk, karena aliran barang ke konsumen memang melalui orang perorang atau mitra niaga.

Dalam MLM dikenal istilah Upline dan Downline. Anggota baru yang berhasil mereka rekrut akan menjadi downline, downline akan mencari anggota baru dibawahnya, begitu seterusnya sehingga akan ada struktur berjenjang atau bertingkat yang kita kenal dengan level marketing.

Seseorang yang terlibat dalam jaringan MLM ini akan memperoleh bonus dari perusahaan dari upayanya sebagai distributor atau mitra niaga. Semakin tinggi level seseorang dalam struktur, maka akan bayak bonus penghasilan yang diperoleh selain dari hasil penjualan langsungnya.

Saat ini strategi perdagangan dengan cara MLM ini begitu marak dan memang menjanjikan. Dengan adanya bisnis dengan cara ini, bisa jadi seseorang yang semula tidak diperhitungkan, cukup dengan modal ala kadarnya, dengan usaha yang keras mencari member atau anggota baru, dia bisa menjadi sukses dengan menempati top level tertentu, sehingga bisa meraup banyak bonus dari perusahaan.

Tetapi disamping banyak contoh orang yang sukses dengan system ini, ada juga banyak contoh orang yang gagal. Kegagalan biasanya karena kesalahan dalam memilih pruduk MLM.

Fakta, memang banyak produk MLM yang dijalankan dengan cara yang kurang sehat, sehingga kita bisa tertipu dan gagal. Banyak MLM yang menjual produk barang dan jasa yang dikamulflase menjadi sebuah produk unggulan, tetapi didalamnya mengandung unsur money game atau permainan uang. Inilah yang membuat sistem bisnis dengan MLM ini ahirnya banyak mendapatkan penilaian miring dari masyarakat.

Pada dasarnya menurut hemat saya, setiap produk yang dijual di Toko atau dipasaran dengan sistem konvensional menggunakan konsep atau teori MLM ini. 

Sebagai misal: MLM Koyo. Si A mendaftarkan diri diperusahaan MLM dan mendapatkan Koyo sebagai produknya untuk dijual kembali sebagai reseller ataupun di pakai sendiri untuk menjaga kesehatan dirinya. Pada suatu saat A bercerita di Kantor kepada B bahwa ia telah memakai Koyo dan sembuh dari penyakit vertigo. B kemudian tertarik untuk memakainya karena mempunyai keluhan yang sama, dan menyarankan untuk membeli langsung pada perusahaan Koyo atas rekomendasi dari A. Jika B kemudian tertarik dan membeli, maka A akan memdapat bonus dari pembelian B dari perusahaan Koyo. Jika B hanya tertarik untuk membeli Koyo dari A, maka A hanya memperoleh keuntungan dari hasil penjualan Koyonya.

Cerita diatas adalah contoh pemasaran dengan MLM. Dari gambaran diatas sebenarnya kita sering melakukan hal yang serupa, hanya saja kita tidak menyadarinya karena kita tidak mendapat imbalan bonus dari perusahaan.

Contoh: Anda membeli keripik singkong di Toko. Keripiknya enak, gurih dan renyah. Suatu ketika anda kedatangan tamu namanya A ke rumah anda dan keripik singkong anda suguhkan. A kemudian bertanya dimana anda membelinya karena A ikut merasakan nikmatnya keripik yang anda beli. A kemudian membeli juga keripik itu dan disuguhkan kepada B yang kebetulan ketemu di jalan. B juga akhirnya tertarik untuk membelinya begitu seterusnya.
 
Contoh lain: Anda membeli rujak di Warung bu Siti, rujaknya enak dan ngangenin. Kemudian anda bercerita kepada A bahwa warung bu Siti menjual rujak sangat enak. A kemudian tertarik untuk membeli. A kemudian bercerita kepada B, begitu seterusnya. 

Dari penggalan kedua contoh cerita diatas, A dan B sudah memasarkan kedua produk diatas, apakah A dan B memperoleh imbalan dari pemilik toko dan warung karena sudah merekomendasikan produknya? 

Dari contoh-contoh diatas kita bisa berpikir dimana letak perbedaan perdagangan konvensional dan MLM.  Minimnya pemahaman akan konsep bisnis MLM ini yang menyebabkan kita mempunyai penilaian yang negatif karena kita tidak pernah terjun langsung didalamnya.

2. TIP Ikut Bisnis MLM.

Jika anda tertarik untuk ikut bisnis MLM ini, maka ada beberapa tip yang perlu anda ketahui sebelum terjun dalam bisnis ini. Apa saja tipnya, ikuti paparan dibawah ini.

1. Produsen menjadi anggota APLI dan AP2LI

1.1 APLI

APLI adalah singkatan dari Asosiasi Penjual Langsung Indonesia. APLI berdiri pada tahun 1984 dan sudah masuk sebagai anggota WFDSA (World Federation of Direct Selling Associations). APLI didirikan sebagai wadah berkumpulnya para pengusaha yang bergerak dengan konsep pemasaran langsung sebuah produk barang dan jasa kepada konsumen.

APLI didirikan sebagai wujud tanggung jawab bersama antar anggota, dan membuat aturan-aturan dengan kesepakan bersama untuk dipatuhi karena belum adanya aturan hukum yang baku mengenai system penjualan langsung termasuk perusahaan yang menjalankan penjualan dengan system berjenjang (Multi Level Marketing/MLM) di Indonesia.

Perusahan-perusahaan yang akan menjalankan bisnis dengan cara penjualan langsung, harus terdaftar di APLI. Setelah dievaluasi tentang produk dan kelayakannya maka APLI mengeluarkan sertifikasi sebagai bentuk legalitas perusahaan untuk bisa memasarkan produknya di Indonesia dengan sistem DS/ MLM ini.

Untuk menjadi anggota APLI, persyaratan yang harus dipenuhi adalah:
1. Marketing Plan yang tidak berbentuk piramida dan bukan money game
2. Kode Etik yang tidak bertentangan dengan Kode Etik APLI
3. Ada barang atau jasa yang secara nyata diperjual belikan sampai ke tangan konsumen.
4. Pendapatan harus diperoleh dari hasil penjualan barang/jasa, bukan dari rekruting mitra usaha saja.
5. Berbentuk Badan Hukum Perseroan Terbatas, memiliki NPWP dan SIUPL.

1.2. AP2LI

AP2LI adalah singkatan dari Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia . Berdiri pada tahun 2014, 6 tahun yang lalu.

Baik APLI maupun AP2LI sama-sama diakui keberadaannya oleh NKRI sebagai asosiasi resmi, sebagai tempat berhimpun para perusahaan penjualan langsung (Direct Selling), termasuk perusahaan yang menjalankan penjualan dengan system berjenjang (Multi Level Marketing) di Indonesia. Hanya saja untuk AP2LI tidak masuk kedalam WFDSA karena dalam satu negara hanya boleh satu yang bisa bergabung.

Untuk itu sebelum anda menentukan pilihan pada bisnis dengan menggunakan tehnik pemasaran dengan konsep DS/MLM ini, cari tahu dulu melalui situs APLI dan AP2LI apakah produsen atau perusahaanya sudah terdaftar disana.

2. Memiliki Marketing Plan dan Kode Etik Perusahaan


Marketing Plan adalah sebuah  master plan rencana bisnis secara keseluran yang menyangkut strategi pemasaran yang solid, yang merupakan landasan berpijak dari rencana pemasaran yang tertulis dengan baik untuk mencapai tujuan.

Kode Etik adalah peraturan internal perusahaan. Berisi sebuah sistem nilai, etika bisnis, etika kerja, komitmen serta cara-cara penegakan aturan bagi semua stakeholder yang terlibat serta afiliasinya dalam menjalankan bisnis dan aktivitas lainnya, serta dalam berinteraksi dalam suatu perusahaan.

Marketing Plan dan Kode Etik ini harus dipelajari dan diketahui sebelumnya oleh calon sales MLM, baru kemudian menentukan langkah berikutnya. Jangan tergiur dengan keuntungan yang akan diperoleh, tetapi kemudian berahir dengan kekecewaan dan penyesalan atas kegagalan dikemudian hari.

3. Memiliki produk yang beragam.

Peusahaan yang memiliki banyak ragam produk penting untuk dipertimbangkan. Ini terkait dengan kebutuhan dan budget konsumen serta perluasan jaringan. Konsumen memiliki banyak pilihan sesuai dengan kemampuan daya belinya. Mitra downline juga punya kemampuan finansial yang berbeda dan ini akan terakodasi jika ada banyak pilihan harga dan barang atau jasa yang beragam.

Jaminan kwalitas dan ketersediaan barang dan jasa juga harus menjadi perhatian. Ini penting karena  menyangkut kepercayaan konsumen untuk terus menggunakan produk agar tidak beralih ke produk lain.

4. Harga produk yang wajar.

Harga memegang peranan yang penting dalam setiap transaksi bisnis. Harga sebuah produk harus seimbang dengan kwalitas barang. Ada sebuah adagium di masyarakat bahwa uang itu tidak akan bohong. Maknanya adalah bahwa kwalitas barang yang diperoleh konsumen, sebanding dengan nilai uang yang dikeluarkan. Jika tidak, maka sebuah produk siap-siap untuk ditinggal ke lain hati.

Harga sebuah produk MLM biasanya sudah diperhitungkan dengan matang oleh perusahaan, sebagaimana produk konvensional dimana ada harga produsen, harga distributor/grosir, pedagang eceran, lalu konsumen. Pada produk MLM hanya mengenal distributor dan distributor itu adalah mitra bisnis yang disebut Upline dan Downline. Harga produk adalah harga produksi ditambah bonus kemitraan.

Jadi harga yang wajar dan kwalitas barang diatas rata-rata yang ada di pasaran akan menentukan keberhasilan bisnis MLM ini.

5. Memiliki ikatan kerja sama yang kompak sesama member.

Keberhasilan dari sebuah bisnis MLM adalah adanya kerja sama yang kompak dan kuat sesama anggota baik Upline maupun Dowline. Mereka harus merasa saling membutuhkan dan saling membantu untuk terus berkembang.

Tak dapat dipungkiri bahwa dalam sebuah produk yang dijalankan dengan sistem MLM adalah siapa yang lebih dahulu bergabung akan memperoleh penghasilan yang lebih baik. Sedangkan yang baru bergabung tentu akan memiliki penghasilan yang sedikit. Keadaan ini tentu harus sama-sama disadari antara Upline dan Downline. Kesadaran itu akan diperoleh dengan saling menguatkan satu sama lain.

Keduanya harus sama-sama aktif mengembangkan jaringan. Pihak Upline harus terus aktif memberikan pembinaan, bimbingan dan motivasi kepada downlinenya dengan memberikan tip-tip atau tehnik pemasaran yang jitu sesuai pengalaman dan senioritasnya.

Dengan begitu diahrapkan agar jaringan terus menjadi semakin luas dan produk semakin diminati masyarakat, sehingga downline menjadi cepat naik ke level-level yang lebih tinggi. Upaya yang kompak dan kerja yang keras dan cerdas maka kesuksesan pasti didepan mata.

6. Memiliki Support Center yang memadai.

Secara ofline Support Center bisa dimaknai sebagai tempat pelatihan bagi anggota baru. Setiap anggota yang baru direkrut akan mendapat pelatihan apa dan bagaimana cara memasarkan produk. Disinilah tempat Upline dan Downline berinteraksi belajar bersama, saling support satu sama lain dengan prinsip kesetaraan untuk meningkatkan penjualan dan mengembangkan jaringan seluas mungkin.

Support center juga bisa dimaknai sebagai tempat berinteraksi antara konsumen dan perusahaan melalui jaringan online. Wadahnya bisa berupa sebuah situs atau website yang menyediakan ruang tersendiri berupa call center, live chat atau media perpesanan yang lain seperti WA, Telegram dan lainnya untuk bisa terhubung setiap saat diperlukan.

Sebagai sebuah perusahaan keberadaan Website saat ini adalah hal yang wajib dan penting adanya. Website sangat membantu mengembangkan perusahaan, karena website bisa dengan cepat memasarkan sebuah produk, tidak hanya didalam negeri, tetapi juga diluar negeri. Dengan memasarkan produk di website atau blog, sebuah produk bisa dengan cepat dikenal oleh konsumen.

Salah satu dari fitur yang harus ada pada website perusahaan adalah adanya support center. Support center akan mewadahi keluar masuknya informasi dari perusahaan dan pengguna produk untuk saling berinteraksi. Menampung masukan, menjawab pertanyaan baik dari pengunjung baru maupun dari anggota jaringan untuk kepentingan pemasaran dan lainnya.

7. Diterima pasar di Indonesia.

Setiap produk biasanya memiliki pangsa pasarnya ( market share ) sendiri. Sebuah produk yang memiliki pangsa pasar yang luas akan mudah diterima pasar dan memudahkan meningkatkan penjualan. Pangsa pasar yang luas dan target pasar yang jelas akan mudah memperluas jaringan melalui distributor ( sales/mitra niaga). Penjualan yang meningkat akan menambah omzet yang besar terhadap perusahaan, sebab dari situlah sumber bonus yang diberikan kepada mitra niaga.

Untuk itu carilah produk-produk yang memiliki prospek pangsa pasar yang luas, target pasar yang jelas yang bisa diterima semua kalangan. Indonesia adalah negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar ke 4 di dunia setelah Tiongkok, India dan Amerika Serikat serta memiliki wilayah negara amat luas, sehinggga penerimaan pasar terhadap sebuah produk, menentukan keberhasilan sebuah perusahaan dan bisnis MLM pada khususnya.

Demikianlah pengertian tentang MLM dan tip bagi yang ingin berbisnis dengan konsep dan strategi pemasaran dengan MLM, semoga bermanfaat. Artikel ini tentu jauh dari sempurna, untuk itu Saran dan Komentar kami harapkan untuk kebaikan melalui kolom komentar. Salam sejahtera untuk anda, sampai jumpa pada postingan berikutnya.
Nur Hakim
Nur Hakim Fokus adalah salah satu kiat untuk sukses

Post a Comment for "MLM & Tip Ikut Bisnis MLM"