Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Status di Medsos & Kemampuan Literasi


M embuat status di Facebook, Instagram, WA, YouTube, Twitter, Line, dan lainnya saat ini sepertinya sudah biasa dilakukan baik tua maupun muda. Apalagi bagi generasi milenial, membuat status di Medsos sudah menjadi bagian dari gaya hidup mereka.

Membuat status memang gampang-gampang susah. Setiap orang punya kemampuan, karakter dan latar belakang yang berbeda.

Bagi seseorang yang suka narsis, punya kepribadian terbuka biasanya lebih mudah membuat status. Dia akan selalu menampilkan diri dan pengalaman kesehariannya untuk konsumsi publik. Mulai dari foto selfie, aktifitas harian di rumah seperti makan, minum, menu apa hari itu dan lainnya. Belum lagi kalau ada aktifitas diluar rumah seperti rekreasi, menghadiri resepsi, makan minum di warung atau di cafe, restoran dan lainnya, semuanya tidak luput dari konsumsi publik dengan mengupload status di Fb, Instagram, WA dan akun medsos pribadi lainnya.

Kebiasaan ini sebenarnya baik dan perlu terus dikembangkan, dengan catatan kebiasan menulis atau membuat status ini tidak hanya sekedar iseng atau gagah-gagahan atau pamer atau hanya sekedar leisure, akan tetapi terus berlanjut sehingga kemampuan literasinya semakin baik.

Banyak fakta, penulis-penulis baru atau penulis milenial yang sukses berangkat dari kebiasaan menulis status di Medsos. Awal mula hanya sekedar narsis, ingin dikenal dan diakui. Mengapload foto-foto pribadi dengan caption ala kadarnya. Mencari kata-kata bijak dari orang-orang terkenal kemudian diwrapper dengan aplikasi editing foto sederhana yang semakin banyak ragamnya. Menceritakan pengalaman pribadi, membuat puisi dan lain-lain kemudian di share. Banyaknya respon positif dari follower atau subscriber membuat semakin bersemangat untuk membuat status sehingga lama kelamaan tanpa disadari kemampuan literasinya semakin terasah.

Fakta lain berbicara, banyak yang aktif di Medsos tetapi hanya sekedar baca status seseorang, ngeshare status dan video orang lain. Banyak waktu terbuang percuma hanya sekedar membaca status orang lain. Sesekali tampil hanya sekedar menanggapi atau merespon chat atau status orang lain.

Type seperti ini biasanya termasuk orang yang tidak suka narsis, punya kepribadian yang agak tertutup. Dia jarang membuat membuat status sehingga kemampuan literasinya kurang terasah.

Tetapi di jaman yang sudah serba mudah ini, siapapun tak perlu khawatir untuk mengembangkan potensi dirinya, asal ada kemauan dan mau memulai dan fokus.

Salah satu media lain yang bisa mengasah kemampuan menulis adalah melalui Blog atau Website. Kemampuan literasi bisa diasah secara maksimal dengan membuat postingan atau artikel-artikel baru secara berkala dan berkesinambungan. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti dia akan menuai hasilnya. Sebagaimana pepatah lama "Siapa yang menabur benih akan menuai hasilnya dan Siapa menabur angin akan menuai badai".

Kelebihan lain menulis di Blog atau Website adalah privasi tidak banyak terganggu. Berbeda dengan di Medsos, gangguan privasi sering terganggu. Banyaknya chat pribadi, status yang mengumbar aurat dan lainnya, bisa membuat seseorang kehilangan fokus terhadap pekerjaan atau impian-impian besarnya. Sudah banyak fakta yang terjadi di masyarakat, perilaku amoral, perselingkuhan, kekerasan dan lainnya terjadi akibat penggunaan media sosial yang tidak terkontrol.

Perkembangan Media sosial memang luar biasa. Mau apa saja ada. Tinggal kita mau memfilter atau kita ikut arus didalamnya.

Semoga bermanfaat dan kita tetap termasuk orang yang bisa memanfaatkan Medsos untuk mengasah kemampuan literasi sehingga pada akhirnya bisa menjadi penulis yang handal dan tujuan-tujuan lain yang bermanfaat untuk kemaslahatan orang banyak. Aamiin.

Nur Hakim
Nur Hakim Fokus adalah salah satu kiat untuk sukses

Post a Comment for "Status di Medsos & Kemampuan Literasi"