Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Semalam di Kota Bangkalan

'Semalam di Kota Bangkalan' adalah sekelumit sebuah catatan penulis ketika bermalam di Kota Bangkalan untuk kepentingan Wisuda anak kami di UTM ( Universitas Trunojoyo Madura) pada tanggal 22 November 2020.

Bangkalan adalah salah satu Kabupaten yang terletak diujung barat pulau Madura. Sebagai salah satu dari empat kota Kabupaten yang paling dekat dengan  Surabaya, ibu Kota Provinsi Jawa Timur, Bangkalan memiliki keuntungan yang tak dimiliki oleh Kabupaten lain.

Salah satunya adalah dari sisi perkembangan dunia pendidikan. Indikator yang nampak adalah adanya Perguruan Tinggi Negeri yaitu UTM ( Universitas Trunojoyo Madura) satu-satunya Universitas Negeri di Madura. 

Cikal bakal UTM adalah Universitas Bangkalan, sebuah Universitas Swasta yang berlokasi di Kota Bangkalan. Setelah menjadi Universitas Negeri dengan nama baru UTM, kemudian lokasi kampus berpindah keluar kota, masuk wilayah Kecamatan Kamal Bangkalan.

Keberadaan UTM ini memiliki implikasi positif terhadap perkembangan kota Bangkalan pada sektor lain. Salah satunya adalah sektor ekonomi sosial masyarakat. 

Secara perlahan, area kampus kemudian menjadi sebuah kota baru. Ribuan mahasiswa baru berdatangan dari berbagai daerah. Banyak usaha sektor swasta dan developer yg berlomba mendirikan usaha dan perumahan di sekitar kampus.  Tak hanya disekitar kampus, muncul kemudian usaha baru yaitu Plaza Bangkalan di Jl. Halim Perdana Kusuma Bangkalan, satu-satunya Plaza yang ada di Madura hingga saat ini.

Besok pada tanggal 22 Nopember 2020 adalah Hari Wisuda anak kami. Satu hari sebelum wisuda, hampir dipastikan keluarga wisudawan yang jauh dari kota Bangkalan akan bermalam di kota Bangkalan dan sekitarnya.

Tata Kota, Kota Bangkalan.

Kota Bangkalan sebagai sebuah kota Kabupaten hampir memiliki ciri tata kota  yang sama dengan kota-kota lain di Madura pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya. 

Di pusat kota Bangkalan ada sebuah lapangan terbuka hijau, kita lebih familier dengan nama Alun-alun Kota Bangkalan. Alun-alun Kota Bangkalan terbelah menjadi 2 bagian. Ditengah ada jalan untuk pejalan kaki, yaitu jalan paving kurang lebih lebar 3 meter, yang menghubungkan jalan sisi bagian timur lapangan dan sisi bagian barat lapangan. 

Sisi selatan lapangan adalah tempat even-even terbuka ketika ada acara seperti pameran, upacara dan lain-lain. Sisi utara bagian barat adalah taman bunga yang dihiasi dengan air mancur dan fasilitas bermain lain. Separuhnya diperuntukkan untuk lapangan sepak bola mini terbuka, tempat anak latihan bermain bola.

Disebelah barat alun- alun berdiri sebuah Masjid jaman dulu  yang sudah di renovasi tahun 1980an yang memiliki nilai historis religius  dengan nama Masjid Agung 'Sultan Abd. Kadirun'. Berdiri pada tahun 1819 SM, dua abad yang lampau. 
 
Nama Masjid diambil dari nama seorang penguasa Madura barat yang berpusat di Sampang, sekaligus menjadi pendiri Masjid Agung Bangkalan yaitu "Sultan Raden Abdul Kadirun ". 

Dia menjadi adipati saat Mataram masih berkuasa dengan gelar Sultan Cakraadiningrat II atau Panembahahan Cakraningrat VIII dari tahun 1815 sd. 1847. Saat Mataram jatuh  ke tangan Belanda pada tahun 1830, maka Madura otomatis menjadi wilayah kekuasaan Belanda.

Searah jarum jam, disebelah utara alun-alun,  adalah Gedung Rato Ebu ( gedung tempat berbagai acara indoor, yang dulunya adalah Pasar Kota Bangkalan yang sekarang sudah pindah kepinggiran kota) dan deretan toko-toko. 

Sebelah timur alun-alun, berdiri kantor dan kediaman Bupati Bangkalan, pusat pemerintahan Kabupaten Bangkalan. Berjajar disebelahnya adalah kantor Komando Distrik Militer (KODIM)  Kabupaten Bangkalan.

Bagian sebelah selatan alun-alun, berjajar  asrama perumahan Kodim dan kantor PM (Polisi Militer) Kabupaten Bangkalan.

Sore menjelang malam dan malam hari alun-alun  kota Bangkalan ramai dengan pengunjung yaitu masyarakat yang ingin melepas lelah dan bersantai bersama keluarga dan anak-anak.

Masuk waktu maghrib tiba waktunya shalat, saya shalat di Masjid Agung Sultan Abd. Kadirun. Saya acungi jempol terhadap takmir Masjid soal komitmen dan konsistensi jaga jarak di masa pandemi Covid-19 berlangsung. Jarak antar jamaah 1 meter selama ini tetap dipertahankan.

Waktu shalat isya' pun datang. Saya juga ikut berjamaah dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Sebagaimana masjid-masjid di daerah lain, setelah shalat Isya masjid ditutup untuk sementara, untuk kemudian dibuka kembali pukul 02.00 WIB dini hari menjelang shalat subuh tiba.

Catatan tentang Semalam di Kota Bangkalanpun segera berakhir seiring fajar telah hampir menyingsing. Semoga Bermanfaat dan Salam Sejahtera untuk Anda dan Keluarga.
(Bangkalan, 22 Nopember 2020, pukul 01.43. AM. WIB. Catatan ini diperuntukkan khusus untuk anak kedua kami Aris Nurrahym, ST. menjelang wisuda. Semoga Ilmunya barokah, bermanfaat untuk Diri dan Keluarga, Masyarakat dan Negara, lebih-lebih terhadap Agamanya. Aamiin...!).
Nur Hakim
Nur Hakim Fokus adalah salah satu kiat untuk sukses

4 comments for "Semalam di Kota Bangkalan"

  1. *SELAMAT YA BOS...*

    atas terwisudanya putera kedua tercinta...
    *ARIS NURRAHYM, ST.*

    moga ilmu yg didapat barokalllah... hingga Mas Aris semakin _sholeh..._

    *امين...امين...امين يارب العالمين*

    ReplyDelete
  2. Barakallah. Terima kasih atas kunjungan, komentar dan doanya. Semoga diijabah...Aamiin YRA.

    ReplyDelete
  3. Congratulation ya pak buat putranya,,, sukses menyertai,,,fokus satu titik 😊

    ReplyDelete
  4. Terimakasih. Alhamdulillah...smg sukses menyertai kita semua. Aamin.....🤲😊

    ReplyDelete