Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Wajah Baru Wisata Sungai Kebunagung & Potensi Wisata Gua Jeruk

Tak ada yang tak mungkin dilakukan di dunia ini. Selama ada niat dan upaya yang sungguh-sungguh maka apa yang kita upayakan InsyAllah akan tercapai. Kesulitan, hambatan dan rintangan pasti ada, apalagi untuk mewujudkan gagasan-gagasan brillian untuk kemaslahatan orang banyak. Upaya keras dan tak kenal lelah, fokus dengan tujuan, modal utama untuk mencapai keberhasilan. Upaya ini lah yang sedang dikerjakan oleh Kepala Desa Kebunagung untuk mewujudkan impiannya.

Wisata Sungai Kebunagung

Wisata Sungai Kebunagung dirintis dengan niat dan gagasan yang brillian dari seorang Kepala Desa Kebunagung Bustanul Affa yang mulai memimpin sejak akhir tahun 2019 kemaren. Sungai Kebunagung yang membelah desa Kebunagung adalah aliran sungai yang tak pernah kering walaupun dimusim kemarau.

Sumber air berasal dari hulu sungai yang jaraknya 1, 5 km dari Dam Desa Kebunagung dengan lebar sungai antara 7-10 m. Jika musim penghujan air kiriman datang dari desa lain di wilayah Kecamatan Manding dan Rubaru, kemudian menyatu mengaliri Sungai Kebunagung.

Dari Dam Kebunagung kemudian dibagi, sebagian kecil masuk jaringan irigasi perkotaan, sedangkan aliran utamanya mengalir melewati beberapa desa seperti desa Babbalan, Patean kemudian bertemu dengan aliran sungai dari Kecamatan Lenteng di Desa Muangan Kecamatan Saronggi. Aliran sungai ini kemudian bermuara ke laut di wilayah perairan Kecamatan Saronggi.

Potensi ini dapat ditangkap oleh Kepala Desa Kebunagung tidak saja untuk kebutuhan pengairan persawahan di wilayah aliran sungai tetapi untuk tujuan pengembangan Pariwisata Sungai. Untuk mewujudkan impiannya baru-baru ini telah dilakukan pembersihan dan pengerukan dengan eskavator sepanjang aliran sungai dari Dam Kebunagung sampai ke hulu sungai sepanjang 1,5 km. Badan sungai sebelah kiri kalau dari arah selatan sudah terlihat bersih dan rapi, tinggal sisi sebelah kanan yang belum digarap yang InsyaAllah akan menyusul.

Langkah pengembangan pariwisata sungai ini sebenarnya adalah batu loncatan untuk mencapai tujuan lain yaitu pengembangan tujuan wisata lain yang lebih dahulu terkenal yakni Wisata Alam Gua Jeruk yang letaknya tidak jauh dari hulu sungai.

Wisata Alam Gua Jeruk

Wisata Alam Gua Jeruk ini bagi masyarakat Sumenep sudah lama dikenal. Tetapi sayang potensi ini tidak pernah dikelola dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep. Jarak dari pusat kota Sumenep kearah barat untuk mencapai Gua Jeruk kurang lebih hanya sekitar 4-5 km. Pada kisaran 1 km terahir akses jalan menuju Gua Jeruk hanya bisa dilalui dengan sepeda motor. 30-50 meter kemudian baru jalan kaki dari bibir Sungai Kebunagung yang dekat di hulu sungai.

Gua Jeruk ini pernah viral pada tahun 1980an. Banyak orang berkunjung kesana walau harus jalan kaki. Saat itu hampir bersamaan dengan populernya Wisata Alam Gua Jeruk, tersebar berita ditemukannya makam Pangeran Diponegoro di belakang Asta Tinggi tempat pemakaman Raja-Raja yang pernah memimpin Sumenep. Berita ini kemudian menyebar dari mulut ke mulut sehingga orang kemudian ramai berkunjung untuk membuktikan keberadaannya.

Menurut cerita tutur ketika Pangeran Diponegoro dikejar oleh Belanda, Pangeran bersembunyi di Sumenep. Saat usia Pangeran Diponegoro sudah sepuh dan sakit-sakitan ada utusan datang ke Sumenep untuk membawa Pangeran ke Makassar tempat Pangeran diasingkan. Saat itulah Pangeran Diponegoro yang asli disembunyikan, sedangkan yang dibawa adalah orang lain yang mirip dan didandani menyerupai Pangeran Diponegoro yaitu seorang Pangeran yang bernama Raden Mas Ontowiryo. Pangeran Diponegoro kemudian meninggal di Sumenep. Kebenaran soal keberadaan makam Pangeran Diponegoro ada di Sumenep... Wallahu a'lam Bissawab. Yang jelas menurut sejarah makam Pangeran Diponegoro sendiri berada di Kota Makassar Sulawesi Selatan.

Belakangan ini Wisata Alam Gua Jeruk coba kembali diangkat ke permukaan oleh Kepala Desa Kebunagung, dan ini merupakan bagian dari perwujudan merealisasikan salah satu dari Visi Misinya ketika mencalonkan Kepala Desa tahun 2019. Saat ini untuk menuju Gua Jeruk tidak lagi sulit. Cukup anda datang ke Wisata Sungai Kebunagung di sebelah barat Dam / Jembatan Kebunagung, disitu disiapkan Speedboat, kurang lebih 10 menit anda sudah nyampek di Gua Jeruk.

Disamping itu bagi anda yang suka Wisata Religi sekali datang ke Wisata Sungai Kebunagung dan Gua Jeruk anda bisa berkunjung ke makam Pangeran Judonegoro seorang Raja yang pernah memimpin Sumenep 3,5 abad yang lampau yang makamnya bersebelahan dengan lokasi Wisata Sungai dan rumah Kepala Desa Kebunagung. Tunggu apalagi...silahkan anda buktikan, semoga bermanfaat.

Baca juga: Kampung Judonegoro & Kisah Pilu Seorang Pangeran

Nur Hakim
Nur Hakim Fokus adalah salah satu kiat untuk sukses

2 comments for "Wajah Baru Wisata Sungai Kebunagung & Potensi Wisata Gua Jeruk"

  1. Jika mendengar nama gua Jeruk, saya jadi teringat memori pada tahun 1993. 😃😄

    ReplyDelete
  2. Heee... memori tersendiri ya bos....

    ReplyDelete